Selasa, 24 November 2009

Jumlah Becak di Kota Pekalongan Akan Dibatasi


Sekitar 4.500 becak yang biasa beroperasi di Kota Pekalongan akan ditertibkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekalongan menyusul akan diterbitkannya SIM dan STNK khusus tukang becak. Mereka yang tidak mempunyai kedua surat tersebut tidak akan lagi bisa beroperasi.

Untuk tahap awal Pemkot akan menertibkan terlebih dahulu 250 becak dari empat kecamatan yang ada di Pekalongan yang menjadi proyek percontohan penertiban becak yang selama ini beroperasi di Pekalongan. Selain mendapatkan SIM dan STNK gratis, becak mereka juga dicat dan diberi stiker batik oleh Dishub.

Kepala Dishub Kota Pekalongan, Budiyanto mengatakan, guna mengatasi kemacetan lalu lintas, maka jumlah dan jenis operasi becak nantinya akan dibatasi.

”Pembatasan itu dilakukan dengan menerapkan sejumlah persyaratan, seperti memiliki SIM dan STNK, Surat Izin Operasional dan Surat Laik Jalan yang dikeluarkan Dishub. Selain itu, juga ditentukan lewat warna becak yang menentukan jam operasional becak yang dibagi menjadi dua yaitu warna biru untuk siang dan putih untuk malam.”

Hal itu diungkapkan di sela-sela acara sosialisasi peraturan tentang penyelenggaraan angkutan kendaraan tidak bermotor (becak), kemarin, di kantor Dishub.

Budiyanto juga menyatakan tidak akan ada operasi terhadap becak selama seluruh becak belum teregister di Dishub. Yang sementara dilakukan pihaknya berupa pembinaan terhadap tukang becak. (sm/iz) sumber : nubatik.net

[+/-] Selengkapnya...

Jumat, 17 Juli 2009

Lakmud Songo



Kegiatan pengkaderan merupakan hal yang sangat urgen sekali bagi organisasi yang sedang berlangsung. Apalagi pengkaderan bertujuan untuk merekrut anggota guna menggali potensi yang ada. Pimpinan anak cabang IPNU IPPNU Kecamatan Pekalongan Barat merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang keagamaan dan sosial yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama'.

Kemarin kamis tanggal 9 - 12 Juli 2009 PAC IPNU IPPNU Pekalongan Barat mengadakan pengkaderan LAKMUD yang ke IX (Latihan Kader Muda) yang bertempat di Desa Sawahjoho Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang. Kegiatan tersebut diikuti oleh 50 peserta, 27 putra dan 23 putri. Alhamdulillah berjalan dengan baik dan lancar, akan tetapi pada waktu upacara pembukaan berlangsung lumayan terhambat karena listriknya tidak kuat dan akhirnya upacara pembukaan dilaksanakan dengan suasana yang remang-remang dengan penerangan lampu portable. Dan akhirnya upacara pembukaan pun dapat terlaksana dengan khidmat dan kegiatan lakmud 9 tersebut dibuka oleh Pengurus MWC NU Kecamatan Pekalongan Barat yaitu Bapak Ust. Drs. Ilyas Mu'in.

Setelah upacara pembukaan selesai langsung para panitia berta'aruf dengan seluruh peserta dan juga pembacaan tata tertib kegiatan selama kegiatan 4 hari di desa sawahjoho. Keesokan hari kegiatan diawali dengan senam pagi dan lari-lari mengitari desa sawahjoho yang terlihat masih alami dan sejuk. Kegiatan selanjutnya pun berlangsung dengan materi Keorganisasian dan leadership dan sampai hari ke tiga (sabtu) pemateri mulai dari MWC NU Pekalongan Barat, PAC GP Ansor Pekalongan Barat, PC IPNU IPPNU Kota Pekalongan datang semua kecuali 1 pemateri yang sangat kami sayangkan sekali. Padahal materi tersebut sangat urgen bagi para kader-kader muda yang mengikuti Lakmud, karena disamping sebagai dasar organisasi juga sebagai bekal hidup sehari-hari.

Akhirnya malam terakhirpun tiba, tim evaluator sudah siap dengan segala perbekalannya. Dan ternyata para peserta yang dievaluasi tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, semua peserta gagap dalam menjawab pertanyaan dan mungkin hanya 5% peserta yang bisa menjawab pertanyaan dengan baik. Kekecewaan panitia pun termuncratkan setelah session evaluasi selesai. Dan terjadi kericuhan antara panitia dan peserta, serta pimpinan cabang ipnu ippnu kota pekalongan pun ikut andil dalam kericuhan tersebut sehingga para peserta menjadi ketakutan. Akhirnya kejadian itu pun dapat teredam oleh pembina (alumni) pac ipnu ippnu pekalongan barat. Dan kegiatan pun dapat dilanjutkan dengan tanpa pertengkaran.

Alhamdulillah kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar, dan kami sangat bersyukur kepada Allah SWT atas segala karunia-Nya dan nikmat-Nya. Juga kami berterima kasih kepada para panitia yang telah meluangkan waktu dari mulai awal perencanaan sampai selesai kegiatan, serta para pihak yang peduli dengan organisasi ini sehingga dapat membantu kegiatan lakmud 9 ini terlaksana dengan baik dan lancar.

akhirnya semoga kegiatan yang selanjutnya dapat lebih baik. Amien....

[+/-] Selengkapnya...

Minggu, 21 Juni 2009

IPNU & IPPNU Diminta Lebih Banyak Adakan Pelatihan Kader

BREBES - Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) diminta lebih memperbanyak mengadakan pelatihan kader. Pelatihan yang dimaksud harus dilakukan mulai dari tingkat pusat hingga tingkat desa.

Permintaan itu disampaikan sesepuh IPNU yang juga Rais Syuriyah Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah, KH Masruri Abdul Mughni, dalam pidatonya pada pembukaan Kongres ke-16 IPNU dan Kongres ke-15 IPPNU di Pesantren Al Hikmah 2, Brebes, Jateng, Sabtu (20/6) siang.


Abah Masrur—begitu panggilan akrabnya—mengaku bangga telah pernah menjadi kader IPNU. “Saya bangga pernah menjalani proses belajar di IPNU pada era 1950-an. Banyak momen yang tak dapat saya lupakan,” ungkapnya.

Namun, di saat yang sama, ia juga menyatakan prihatin dengan semangat berorganisasi IPNU atau IPPNU saat ini. Pasalnya, ia mengaku jarang mengetahui adanya berbagai pelatihan dan pendidikan kader akhir-akhir ini. Padahal, hal itu sangat penting.

“Dulu, IPNU dan IPPNU menyelenggarakan pelatihan sampai tingkatan pengurus ranting (tingkat desaa). Sekarang ini, pelatihan jarang dilakukan,” ujar Abah Masrur yang juga pengasuh pesantren dengan 2.000 santri itu.

Ia menginginkan agar IPNU dan IPPNU intensif menyemarakkan pengkaderan di pesantren dan lembaga milik NU. “IPNU-IPPNU itu pagarnya NU, untuk memberi landasan dan melanggengkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah,” terangnya.

Selain itu, imbuhnya, IPNU dan IPPNU jangan sampai lupa pada basis pengkaderannya, generasi muda dan santri. “Kalau dirunut sejarahnya, IPNU itu lahir di tengah kultur pesantren. Maka, sekarang pas kalau IPNU dan IPPNU melaksanakan agenda di pesantren, bukan di hotelm,” katanya.

Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU, Idy Muzayyad, menyatakan bahwa pilihan tempat kongres IPNU merupakan kesepakatan yang disengaja. “Kami memang ingin memperkuat pengkaderan di pesantren. Kalau awalnya lahir dari kultur pesantren, momentum ini membuktikan kalau IPNU dan IPPNU kembali ke pesantren,” ungkap dia.

Idy menginginkan, siapa pun yang terpilih sebagai ketua baru, hendaknya lebih baik dari sekarang dan siap melanjutkan program kerja positif yang telah dicanangkan pengurus lama. “Program kerja unggulan yang telah kami lakukan, sebaiknya diteruskan dengan tingkat pembenahan lebih baik,” pinta aktivis asal Magelang itu. (ziz) (ipnu.or.id)

[+/-] Selengkapnya...

Menkominfo Mengaku Mantan Kader IPNU

BREBES - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Muhammad Nuh, mengaku mantan kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Hal itu dikatakannya di hadapan 2.500 peserta Kongres ke-16 IPNU dan Kongres ke-15 Ikatan Pelajar Putri NU di Pondok Pesantren Al Hikmah 2, Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (20/6) siang.

"Saya juga pernah merasakan berproses (baca: menjadi kader dan aktif) di IPNU, ketika masih remaja," ungkap Nuh disambut tepuk tangan para hadirin yang merupakan utusan pimpinan wilayah serta pimpinan cabang IPNU dan IPPNU se-Indonesia itu.


Ia tak menyebutkan secara rinci tentang ke-IPNU-annya. Namun, mantan rektor Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya itu selama ini memang dikenal sebagai warga NU. Ia pun kini masih tercatat sebagai A'wan (anggota Syuriyah) Pengurus Wilayah NU Jatim periode 2007-2012.

Nuh yang kehadirannya mewakili Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu lebih banyak berpesan pada para kader IPNU atau IPPNU agar terus belajar dan mempersiapkan diri untuk menghadapi masa depan. Ia mengimbau kedua organisasi pelajar dan santri NU itu tidak terlibat dalam politik praktis, utamanya dalam Pemilu Presiden pada 8 Juli nanti.

Menurutnya, setiap generasi memiliki peran dan kesempatan masing-masing. "Berkiprah di politik itu ada masanya. Untuk saat ini, lebih baik generasi muda yang tergabung dalam IPNU dan IPPNU hendaknya menyiapkan diri dengan keterampilan, keilmuan dan modal sosial," pintanya.

Lebih lanjut, Menkominfo mengungkapkan, sebagai landasan organisasi dan pengembangan pribadi, generasi muda hendaknya memperbaiki tiga bidang. "Pelajar sebaiknya memperhatikan tiga ranah, yakni mind, life skill dan personality," ujarnya. Ditambahkan, "Generasi muda hendaknya memiliki pemikiran terbuka dan kreatif."

Pikiran terbuka, katanya, akan menjadikan generasi muda mampu menghadapi segala tantangan, membuka peluang dan terus meningkatkan kapasitas diri. Selain itu, generasi masa depan sebaiknya memiliki keterampilan yang dapat diandalkan.

“Kalau kita tidak punya keterampilan, maka hanya akan menambah jumlah manusia, tanpa kontribusi jelas", kelakarnya.

Ia juga menginginkan agar generasi muda memiliki kepribadian yang bermoral. "Pribadi yang bermoral dan kreatif, akan membuka pintu keberhasilan. Selalu ada opportunity bagi generasi yang cerdas," ucapnya. (ziz) (ipnu.or.id)

[+/-] Selengkapnya...

Ciri Khas Kesederhanaan NU Harus Dipertahankan

BREBES - Selama ini, Nahdlatul Ulama (NU) dikenal sebagai komunitas yang mempunyai ciri khas kesederhanaan. Karakter tersebut harus terus dan selalu dipertahankan sampai kapan pun, kata Rais Syuriyah Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah, KH Masruri Mughni.

“Kalau tidak sederhana, maka bukan NU,” ujar dia dalam pidatonya pada pembukaan Kongres ke-16 Ikatan Pelajar NU dan Kongres ke-15 Ikatan Pelajar Putri NU di Pondok Pesantren Al Hikmah 2, Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (20/6) siang.


Abah Masrur—demikian ia akrab disapa—mengatakan hal itu berkaitan dengan penyelenggaraan kongres di pesantrennya yang serba sederhana. “Beginilah keadaannya, sangat sederhana. (pesantren) ini bukan hotel, juga bukan istana,” tandasnya.

Namun demikian, imbuh Kiai yang mengasuh sekira 2.000 santri itu, kesederhanaan NU selama ini justru banyak melahirkan tokoh-tokoh besar. Dengan kesederhanaannya pula, kiprahnya dalam membangun bangsa dan negara tak bisa dikecilkan.

Karena itu, ia meminta IPNU dan IPPNU dapat terus mewarisi, menjaga dan melestarikan kesederhanaan itu. “Tidak perlu bermewah-mewah,” katanya. Sebab, kedua organisasi itu pun didirikan dari sebuah kesederhanaan.

Abah Masrur juga mengingatkan bahwa NU identik dengan kemandirian. Sejak dulu, para ulama dan kiai NU secara mandiri mendirikan dan mengasuh pesantrennya, tidak tergantung pada siapa pun.

Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU, Idy Muzayyad, dalam kesempatan yang sama, mengiyakan pendapat tersebut. Menurutnya, penyelenggaraan Kongres kali ini adalah dalam rangka mengembalikan dan mempertahankan kesederhanaan itu.

“(penyelenggaraan Kongres) ini adalah kesengajaan, bukan tidak disengaja. Bukan juga karena persoalan biaya. Kita ingin mengembalikan kesederhanaan itu,” ujarnya.

Selain itu, imbuhnya, penyelenggaraan kongres tersebut juga sebagai upaya mengembalikan IPNU atau IPPNU pada tugas dan fungsi utama kaderisasi NU di tingkat sekolah, madrasah atau pesantren. “Istilahnya, IPNU, IPPNU back to pesantren (kembali ke pesantren),” tandasnya.
(ipnu.or.id)

[+/-] Selengkapnya...

Kamis, 28 Mei 2009

Persiapan Kegiatan Lakmud

Pengkaderan tiap banom nu berbeda-beda jenisnya, mulai dari ranting, anak cabang bahkan sampai ke tingkat pusat. Biasanya pengkaderan yang diadakan bertujuan untuk merekrut kader baru yang belum pernah ikut dalam pengkaderan tersebut sehingga dapat terwujud suatu kader yang berkualitas dan matang.

Mengenai pengkaderan yang telah ada, Pimpinan Anak Cabang IPNU Pekalongan Barat akan mengadakan Latihan Kader Muda IX yang dalam hal ini akan dilaksanakan pada tanggal 9 Juli sampai dengan 12 Juli 2009 yaitu hari Kamis sampai hari Ahad dan bertempat di SD Negeri Sawahjoho 02 Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang. Lakmud ke IX kali ini di pelopori oleh dua ketua yaitu ketua SC rekan Fery Kurniawan dan ketua OC rekan Miftakhul. Kedua rekan tersebut saling bekerjasama guna terlaksananya kegiatan pengakaderan yang akan dilaksanakannya nanti dan terwujud tujuan-tujuan yang telah direncanakannya.
Pada tahun-tahun sebelumnya, latihan kader muda ini dibilang sukses dalam artian dapat terlaksana dengan baik dan menghasilkan output yang baik pula. Adapun persiapan yang dilakukan sebelum dilaksanakan Latihan Kader Muda IX kali ini adalah Pelatihan untuk Pelatih atau bahasa kerennya orientasi pelatih. Semoga kegiatan Lakmud kali ini berhasil dan mendapat ridho Allah SWT. Amieen.... (max)

[+/-] Selengkapnya...

Selasa, 19 Mei 2009

Kader NU Kehilangan Sepeda

Adi Sujadi bin Su'udi biasa dipanggil oleh rekan-rekannya. Dia merupakan kader NU yang sangat loyal sekali dalam organisasi. Walaupun dengan mengayuh sepeda dari krapyak sampai ke Podosugih hari senin malam pada tanggal 18 Mei 2009, dia mengikuti rapat dengan agenda Persiapan Pelantikan PC IPNU IPPNU Kota Pekalongan. Adi datang kurang lebih jam 8 malam di kantor NU, ketika rapat berlangsung dia mengingatkan rekan-rekannya supaya jendela ruangan dibuka karena ada yang merasa sumuk (gerah-red).

Selang beberapa jam kemudian, cuaca di luar turun hujan dan akhirnya Adi pun ngobrol sampai larut malam hingga jam 24.00 WIB. Ketika hujan agak reda, rekan-rekan beranjak keluar guna pulang ke rumah masing-masing. Tapi apa yang terjadi?
Adi mengira dia dikerjain oleh rekan-rekannya, karena ketika dia akan mengambil sepeda ternyata sudah tidak ada alias lenyap entah kemana? Adi Sujadi bin Su'udi bilang : "Wah pasti ada yang ngerjain aku nech" (Sambil nunjukkin kunci sepedanya), dan rekan-rekan yang ada juga bilang : "yang bener kamu di, masak udah malam kayak gini ada yang tega ngerjain kamu. Coba dicari lagi....kalo emang ga ada kemungkinan sepedamu dibawa maling".
Setelah beberapa lama mencari dan menanyakan rekan-rekannya, akhirnya hilang juga sepeda sang kader NU dari krapyak ini. Sungguh mengenaskan, ketika dia lagi berjuang demi Agama di sisi lain dia juga diberikan ujian dari-Nya dengan lenyapnya sepeda. Sebenarnya sangat disayangkan sekali pada orang yang berbuat hina ini, apalagi kepada orang yang berbuat kebaikan demi Agama seperti Adi.
Dengan kejadian ini, rekan-rekan bisa lebih bersikap hati-hati untuk meletakkan sesuatu. Dan Semoga rekan Adi Sujadi bin Su'udi mendapatkan ganti yang lebih bagus. Amin......

[+/-] Selengkapnya...