Pengkaderan tiap banom nu berbeda-beda jenisnya, mulai dari ranting, anak cabang bahkan sampai ke tingkat pusat. Biasanya pengkaderan yang diadakan bertujuan untuk merekrut kader baru yang belum pernah ikut dalam pengkaderan tersebut sehingga dapat terwujud suatu kader yang berkualitas dan matang.
Mengenai pengkaderan yang telah ada, Pimpinan Anak Cabang IPNU Pekalongan Barat akan mengadakan Latihan Kader Muda IX yang dalam hal ini akan dilaksanakan pada tanggal 9 Juli sampai dengan 12 Juli 2009 yaitu hari Kamis sampai hari Ahad dan bertempat di SD Negeri Sawahjoho 02 Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang. Lakmud ke IX kali ini di pelopori oleh dua ketua yaitu ketua SC rekan Fery Kurniawan dan ketua OC rekan Miftakhul. Kedua rekan tersebut saling bekerjasama guna terlaksananya kegiatan pengakaderan yang akan dilaksanakannya nanti dan terwujud tujuan-tujuan yang telah direncanakannya.
Pada tahun-tahun sebelumnya, latihan kader muda ini dibilang sukses dalam artian dapat terlaksana dengan baik dan menghasilkan output yang baik pula. Adapun persiapan yang dilakukan sebelum dilaksanakan Latihan Kader Muda IX kali ini adalah Pelatihan untuk Pelatih atau bahasa kerennya orientasi pelatih. Semoga kegiatan Lakmud kali ini berhasil dan mendapat ridho Allah SWT. Amieen.... (max)
Kamis, 28 Mei 2009
Persiapan Kegiatan Lakmud
Selasa, 19 Mei 2009
Kader NU Kehilangan Sepeda
Adi Sujadi bin Su'udi biasa dipanggil oleh rekan-rekannya. Dia merupakan kader NU yang sangat loyal sekali dalam organisasi. Walaupun dengan mengayuh sepeda dari krapyak sampai ke Podosugih hari senin malam pada tanggal 18 Mei 2009, dia mengikuti rapat dengan agenda Persiapan Pelantikan PC IPNU IPPNU Kota Pekalongan. Adi datang kurang lebih jam 8 malam di kantor NU, ketika rapat berlangsung dia mengingatkan rekan-rekannya supaya jendela ruangan dibuka karena ada yang merasa sumuk (gerah-red).
Selang beberapa jam kemudian, cuaca di luar turun hujan dan akhirnya Adi pun ngobrol sampai larut malam hingga jam 24.00 WIB. Ketika hujan agak reda, rekan-rekan beranjak keluar guna pulang ke rumah masing-masing. Tapi apa yang terjadi?
Adi mengira dia dikerjain oleh rekan-rekannya, karena ketika dia akan mengambil sepeda ternyata sudah tidak ada alias lenyap entah kemana? Adi Sujadi bin Su'udi bilang : "Wah pasti ada yang ngerjain aku nech" (Sambil nunjukkin kunci sepedanya), dan rekan-rekan yang ada juga bilang : "yang bener kamu di, masak udah malam kayak gini ada yang tega ngerjain kamu. Coba dicari lagi....kalo emang ga ada kemungkinan sepedamu dibawa maling".
Setelah beberapa lama mencari dan menanyakan rekan-rekannya, akhirnya hilang juga sepeda sang kader NU dari krapyak ini. Sungguh mengenaskan, ketika dia lagi berjuang demi Agama di sisi lain dia juga diberikan ujian dari-Nya dengan lenyapnya sepeda. Sebenarnya sangat disayangkan sekali pada orang yang berbuat hina ini, apalagi kepada orang yang berbuat kebaikan demi Agama seperti Adi.
Dengan kejadian ini, rekan-rekan bisa lebih bersikap hati-hati untuk meletakkan sesuatu. Dan Semoga rekan Adi Sujadi bin Su'udi mendapatkan ganti yang lebih bagus. Amin......
Selasa, 12 Mei 2009
Nahdliyyin Center Rapatkan Barisan
Untuk menggerakkan aktifis Nahdliyyin Center (NC) se Kota Pekalongan, Rabu malam besok Pengurus Nahdliyyin center Kota Pekalongan akan dikumpulkan kembali di Kantor PCNU setempat.
dari 47 Ranting NU, hingga saat ini baru terbentuk di 13 kelurahan, sedangkan yang lainnya masih dalam proses. Diharapkan akhir tahun 2009 ini seluruh kelurahan telah terbentuk NC.
Demikian dikatakan Sekretaris NC Kota Pekalongan, Zaenal Muhibbin di sela-sela persiapan acara.
Dikatakan, berbagai pekerjaan pendampingan khususnya di bidang kesehatan, ekonomi dan pendidikan telah menanti, sehingga dengan pertemuan besok ada energi baru dan semangat baru bagi pegiat NC untuk senantiasa memberikan pendampingan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Hal ini penting dilakukan, mengingat salah satu fasilitas yang sangat diperlukan, yakni satu unit mobil ambulan telah siap dioperasionalkan untuk membantu masyarakat jika sewaktu-waktu diperlukan.
Sementara itu, Ketua PCNU Kota Pekalongan H. Ahmad rofiq berharap kepada pegiat NC agar lebih fokus dalam pelayanan kesehatan dan pendidikan, mengingat dua hal ini saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat khususnya yang kurang mampu. Dirinya akan terus mensupport langkah dan kerja NC, karena hal ini sesuai dengan misi dan visi perjuangan Nahdlatul Ulama.
Ahmad Rofiq memuji kinerja NC yang telah memberi manfaat kepada masyarakat khususnya yang kurang mampu dalam mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan untuk berobat secara gratis. Hingga saat ini telah puluhan pasien berhasil didampingi NC. Demikian pula masyarakat yang memerlukan donor darah dengan segera, NC telah membantu untuk menyediakan pendonor, sehingga dengan segera dapat diatasi. Semua itu, ujar Rofiq adalah peran-peran NC di tengah-tengah masyarakat Kota pekalongan.
Ke depan pinta Rofiq, NC tidak saja melakukan pendampingan, akan tetapi juga melakukan pendataan warga nahdliyyin khususnya yang tidak memiliki kemampuan di bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan.
sumber : www.nubatik.net
Kamis, 07 Mei 2009
Peredaran Narkoba Di Pekalongan Nomer 4 Jateng
Badan Narkotika Kota (BNK) Pekalongan menggerakkan ulama untuk turut serta menurunkan angka kasus narkoba. Pasalnya, saat ini Kota Batik masuk peringkat 4 kasus tersebut di Jateng.
Hal itu kemarin diungkapkan Ketua BNK Pekalongan H Abu Almfachir dihadapan ulama dalam kegiatan workshop ulama bahaya dampak tembakau (rokok) dan narkoba di Hotel Syariah Pekalongan.
"Saat ini Kota Pekalongan mendapatkan peringkat tinggi masalah kasus narkoba, padahal selama ini kita semua melihat tenang-tenang saja. Tapi ternyata kasusnya banyak. Karena itu, butuh keterlibatan semua pihak untuk mengantisipasi dan menurunkan angkanya, utamanya para ulama serta tokoh masyarakat," katanya.
Untuk masalah tersebut, Ketua BNK yang juga wakil wali kota itu menegaskan, pihaknya tidak hanya akan melakukan workshop saja, melainkan berencana mengajak ulama mendatangi tempat rehabilitasi pecandu narkoba.
Harapannya, bisa melihat secara langsung, mengetahui antisipasinya dan menanyakan langsung kepada orang-orang yang direhabilitasi. "Sehingga bisa dijadikan bahan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas dalam berbagai kegiatan, seperti diantaranya pengajian," tandas dia.
Sementara Waka Polresta Pekalongan Kompol Maskhud SH membenarkan kondisi data demikian. Menurutnya, pada tahun 2008 dari 32 kasus tertangkap 52 orang, masing-masing 14 pengguna psikotropika atau obat-obat terlarang dan 38 narkotika jenis ganja.
Sedangkan, tahun ini yang belum memasuki pertengahan tahun, sudah terdapat 14 kasus dan menangkap 17 orang. "Sebagian besar ganja, karena itu ganja banyak sekali di Pekalongan. Mereka sangat lihai dalam melakukan transaksi, sehingga ketika di tangkap oleh petugas tak ditemukan barang bukti," tambah Waka Polresta.
Dijelaskan, pelaku narkoba dalam melakukan transaksi tidak membawa bukti hanya serah terima uang, kemudian barangnya diambil sendiri pada suatu tempat, misalnya di sekitar rel kereta api. Karena itu Polresta meminta perhatian dari semua pihak terhadap masalah tersebut dan mengimbau senantiasa mewaspadai berbagai permasalahan narkoba yang muncul.
Senin, 04 Mei 2009
IPNU IPPNU Pringlangu Sumbang Darah
Gerakan aksi sosial yang digelar Pimpinan Ranting IPNU IPPNU pringlangu patut dicontoh oleh ranting-ranting lain. Pasalnya aksi donor darah sejenis masih banyak dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan stok darah yang dimiliki PMI Kota Pekalongan.
Untuk membantu kelangkaan darah di PMI, anak-anak IPNU IPPNU Pringlangu kemarin Jum’at 1 Mei 2009, mengadakan bakti sosial Donor Darah di MII Pringlangu Pekalongan, dimulai sejak pukul 08.30 WIB sampai jam 11 Siang.
Acara yang dilaksanakan kerjasama dengan PMI kota Pekalongan ini diikuti oleh 34 peserta dari 100 peserta yang mendaftarkan diri. Karena berbagai penyebab, maka yang layak dan bisa diambil darahnya hanya 34 orang. Demikian dikatakan Ulil Huda Ketua PR IPNU Pringlangu
Acara donor darah juga mendapat sambutan positif dari Muhibbudin Ketua PC IPNU Kota Pekalongan dengan cara ikut donor darah. "Saya berharap, langkah Pringlangu ini dapat diikuti oleh ranting-ranting yang lain", ujarnya usai donor.
Dalam kesempatan itu, juga ikut mendonorkan darah ialah ketua PAC IPNU Pekalongan Barat, M. Mahsun dan komandan DKC CBP, Muhyiddin.
“Bakti sosial ini adalah wujud kepedulian generasi muda NU kepada sesama, alhamdulillah, jumlah pesertanya cukup banyak, jadi tidak mengecewakan” kata ketua PR IPNU Pringlangu, Ulil Huda.
Ulil berharap bahwa kegiatan ini akan menjadi agenda rutin ranting Pringlangu (iz)